sore itu kami bertemu dengan seorang penjual makanan tradisional "puthu" yang berkeliling di sekitar komplek perumahan yang kami tinggali..
rumahnya disalah satu daerah di yogyakarta.. jauh dari perumahan tempat kami tinggal... usia nya sudah sekitar 60 tahun... 60 tahun dan menjajakan puthu kelilinh.... jalan kaki... 😯
kami beli bukan karena kasihan ya... tp karena ak memang menyukai makanan manis ini..
dan ada obrolan kecil didalam transaksi ini...
sambil menunggu puthu matang... suamiku bertanya tentang keluarga bapak ini..
yang tidak di duga.. anaknya adalah karyawan perusahaan... dan sudah bisa dikatakan sangat mapan... bapak ini hidup sendiri dan kost di daerah sini dan hidup sendiri...
"... jane anak kulo pengen kulo leren mas.... tapi kulo mboten purun... ajeng nopo... mosok mung tenguk neng omah..."
arti... sebenarnya anak saya ingin saya berhenti berjualan... tapi saya ga mau... mau apa kalo dirumah... hanya bisa bengong tidak melakukan apa apa....
jujur saya terkejut dengan jawaban ini... bukan karena bapak ini terlalu memaksakan kehendak... tapi karena bapak ini ingin tetap berkarya...
mungkin kalo kita kenal dengan anaknya dan tidak tau alasan bapaknya tetap bekerja... kita akan dengan mudahnya berkomentar... kebangetan anaknya... udah mapan bukane mbantu keluarga malah bapak nya tetep jualan kaya gini...
padahal... ini mau bapaknya sendiri...
dulu ak sering bilang ke bapak untuk berhenti bekerja... karena sudah sepuh... istirahat dirumah...
tapi bapak tetap melakukan banyak hal... mulai dari memelihara puyuh... sampai ikut dalam yayasan yang bergerak dalam hal pendidikan...
sekarang saya paham... ini bukan soal uang nya... tapi soal kepuasan dari "do something" lakukan sesuatu sampai kita memang tidak mampu...
#justshare
Tidak ada komentar:
Posting Komentar