Minggu, 27 Maret 2016

SENYUM CINTA

Aku jatuh Cinta
Bukan untuk yang pertama kalinya
Ketertarikan luar biasa
Pria sederhana dengan senyum yang simpul penuh pesona
Senyum yang tak semua orang punya
Senyum yang membuat ku merasakan berada di dunia yang berbeda
Dunia yang membuat ku mati rasa atas segala duka

#justshare

Episode 4 "nyampah"

Pengabdian ini adalah prioritas utama bagiku... Tidak tahu sejak kapan kecintaan pada masyarakat desa ku memuncak saat itu... Yg ada di benakmu hanya bagaimana agar ak bisa bertahan...

Merias pengantin... Salah satu hal yg kulakukan sebagai upaya ku untuk bertahan... Menyiapkan perasat pernikahan dr dinihari untuk kelancaran hari bahagia orang lain...
Tak jarang mereka yg tau profesi ku bidan justru sekalian konseling pra nikah... 

Ak teringat pada materi konsep kebidanan... Disana dikatakan bahwa bidan adalah pendamping wanita dalam siklus kehidupannya... 
Termasuk saat remaja... Menikah... Menjadi ibu bahkan saat melewati masa menopause..
Bagi ku merias pengantin selayaknya sedang melaksanakan tugasku mendampingi daur kehidupan wanita menjelang pernikahannya... Persiapan menjadi istri sekaligus menjadi ibu... 

Menyenangkan, bersyukur ak diberi kesempatan ini... Melihat mereka tersenyum dan semakin mantap menapaki tahapan kehidupan yg baru ini... 

Selain itu, ak sempat menjadi seorang wedding singer... Belum banyak manggung memang... Dan wedding singer lebih pada penyaluran hobi saja... :-)

Hmmmmm..... 

Ak tidak tahu kapan kemampuan memijat ku ini ada.... Tp dr dulu ak memang dikenal tukang pijat keluarga... Pelanggan setia ku adalah almarhumah nenek ku dan almarhum pakde ku.... Sampai akhirnya dalam suatu acara keluarga.... Ada seorang bayi yang  rewel dan ibu nya mengeluh tentang kondisi bayinya yang rewel itu... Saat ku periksa, bayi ini kembung... Kembung parah.... Dengan sedikit ilmu yg kumiliki... Ak coba untuk memijat bayi ini... Ummm lebih tepatnya mengelus nya...
Ak hnya berharap kondisi nya membaik... Sehingga tidak membuat sang ibu kuatir...
Tiba-tiba bayi ini flatus berulang kali... Ibu itu merasa sangat terbantu dan bertimerimakasih padaku... Ak menjelaskan padanya bahwa yakin ku ini adalah pertolongan Tuhan... 

Ada seorang kerabat yang mendengarnya... Dan lalu berkomentar, ow... Jadi selain jd tukang rias, penyanyi dangdut, sekarang jd tukang pijet jg? 
Klarifikasi atas pernyataan itu... Adalah ak bukan penyanyi dangdut... Karena yg kunyanyikan adalah love song in wedding party...  
Hal yg tidak kusadari adalah ibuku mendengar gunjingan sampah ini...  
Dan itu menyakitinya....
Kadang kita berpikir bahwa yg kita bicarakan itu kenyataan bukan sesuatu yg dilebih-lebihkan... Bukan jg fitnah .. Padahal kadang ada hal yg tidak perlu kita ucapkan... Bahkan sekalipun hal itu adalah fakta dan kenyataan... Kalau hanya akan menyakiti yang lain... Bukankah lebih baik kita diam... ?

Ak tidak ingin mengusik kehidupan mereka. ..Jd. . jika yang kulakukan ini tidak mengganggu kalian... Bolehkah tolong jangan lontarkan kalimat sampah yang akan menggoreskan luka... 
Boleh lah jika goresan itu untuk ku... Tp tidak untuk orangtuaku.... :)

Senin, 21 Maret 2016

Episode 3 "kenapa aku bertahan.."

Moto hidupku dari dulu tidak pernah berubah ....

"Hidup cuma sekali... Apa gunanya jika tidak memberi arti.... " 

Dan salah satu tujuan hidupku adalah memberi manfaat sebanyak-banyaknya... 

Aku sadar ak terlahir pasti bukan tanpa alasan dan bukan tanpa tujuan... Dan mungkin untuk ini lah aku dilahirkan... 

Pengelolaan desa siaga di desa sangat menyenangkan... Seru... Dan memang dari dulu ak senang berhubungan dengan banyak orang... 

Mulai dari ikut jadi panitia pasar murah... Pemeriksaan IVA dan VCT gratis.. Pembuatan koran desa... Posyandu... Pemantauan jentik... Studi kasus. Membuat peta kesehatan desa.. Rapat koordinasi, arisan ibu-ibu.. Lomba kartinian.. Bahkan sampe pernah ikut lomba koor bersama ibu-ibu kader... 

Indah sekali... Bahkan betapa terkejutnya saat ulang tahun ku yang ke 22 di tahun 2012... Ak dibuatkan tumpeng berbentuk hati... Bahkan dapat hadiah sepatu dan kardigan dari mamah mamah kader... Begitu ak biasa memanggilnya...

Satu hal yang ku syukuri... Ak menemukan keluarga baru disini... Ak memang selalu memakai sepatu karet lusuh yang sama dan tidak pernah memakai jaket... Mereka memberiku apa yang aku butuhkan.... 

Dan hampir tidak ada alasan untuk ku melepaskannya...kebahagiaan yang belum tentu kudapatkan saat ak menjadi bidan di rumah sakit...

Episode 2 " Bertahan dengan dagang"

Menjadi relawan bidan desa membuatku belajar banyak hal...
Aku yang terlanjur cinta dengan desa ini... Hanya berpikir bagaimana ilmu ku bisa bermanfaat disini... Ilmu yang tidak seberapa ini...

Tawaran pekerjaan pun datang dalam kerelawanan ku... Dan yang kulakukan adalah memberikannya pada teman sejawatku...
Karena nyaris tidak ada klinik yang mau mempekerjakan bidan yang tidak siap bekerja full time dan on call setiap saat seperti ku...
Aku jujur pada mereka(yang menawari pekerjaan) bahwa aku adalah relawan di desa... Apakah tidak mengganggu jika saya di desa minimal 2 kali seminggu... Bahkan sempat aku meminta untuk bekerja di setiap shift malam saja...
"Kasian yang jaga yg lain mbak... Kalau mbak jaga malam terus dan ga gantian...."
Kerelawanan ku diuji dengan kebutuhan sehari hari... Seperti bensin dan yang lain.. Setidaknya untuk operasional jalan...

Akhirnya hari itu kuputuskan menjadi bidan on call di 2 tempat... Jika sewaktu waktu dibutuhkan... Aku akan menggantikan bidan jaga disana... Dan dalam 1 bulan belum tentu ada panggilan...

Akhirnya aku putus kan menambah 1 lagi kegiatan... Berniaga.... Berdagang setiap pagi... Setiap pagi ku buat puluhan martabak manis, camilan  dan nasi goreng untuk disetor dikantin-kantin sekolah...
Berdagang inilah awal aku belajar tentang menghargai...

.....

Saat mengantar dagangan... Aku memang tak pernah memperhatikan detail penampilanku... Seolah jauh dari sosok bidan... Ak melebur dengan kondisi pasar dan pedagang2 pada umumnya...

Hingga suatu hari aku dimaki dan dihina oleh seorang pedagang yang menerima titipan dari beberapa pembuat jajanan... Saat itu ak terkejut... Jajanan yang kubuat kala itu memang sedikit high class... Ummm... Engga terlalu high class juga sih... Puding dengan fla... Rasanya luar biasa... Ak sudah menanyakan pada pemilik resep wajarnya harga jual puding itu... Cup kecil kala itu ak patok dengan harga 800... Asumsiku pedagang bisa menjualnya 1000 dan meraih keuntungan 200 rupiah...
Apa yang terjadi...

Pudingku disamakan dengan agar2 yang proses pembuatannya saja bahkan tanpa susu dan telur... Dia menghina ku sejadi jadinya... Masih tertanam sangat jelas di memory ku hari dimana dia menghujatku...
Aku tarik nafas dalam... Dan kukatakan... Yaudah bu... Saya nitip dulu... Monggo nanti laku atau tidak... Kutinggalkan ruko nya dan kukatakan pada diriku sendiri.. Ku ikhlaskan seluruh puding itu untuknya... Tidak akan ak datang dan mengambilnya.. Jujur waktu itu sakit hati bangett.... Karena daganganku itu cukup laris di sekolah...
Mungkin karena penampilanku yang sangat sederhana... Ada seorang tukang parkir yang tiba2 tersenyum dan berkata sabar mb... Bahkan saat aku ulurkan uang 1000 untuk bea parkir dia menolak dan berkata dibawa aja mbak... Tidak bisa kubayangkan seberapa lusuh nya penampilan dan raut wajahku saat itu...

Penolakan memang selalu ada... Tidak semua sekolah mau dititipi jajanan...
Jadi bagiku dagang ini juga memberiku banyak pelajaran...
Saat duduk dibangku SMA... Aku pun seorang pedagang jilbab... Kemana2 bawa kantong kresek isi puluhan jilbab tanpa rasa malu menawarkan ke kantor guru... Jadi kenapa aku harus menyerah hanya karena hal ini...



Episode 1 mbidan

Desa Siaga adalah pintu awal ku terjun dalam dunia yang penuh kebahagiaan... Penuh kekeluargaan, kesederhanaan... Didalamnya lah aku mulai mengenal arti keikhlasan dan ketulusan...
Bulan September 2011.. Aku tidak ingat dengan betul tanggalnya..
Hari dimana aku akan memulai mengabdikan waktu dan ilmu ku untuk wanita di mayapada... 
Pertama kali nya dalam hidupku menginjakkan kaki ke kantor kelurahan untuk mulai mengurus SKCK sebagai syarat mencari pekerjaan...

Hari itu ak melihat di ujung area kelurahan ada sebuah poskesdes... Ak menanyakan pada aparat desa... Siapa ya pak bidan yang mengelola disana... 
Owh ga ada mbak... Sudah vakum lama...
Boleh ga ya kalo saya bantu-bantu disana?, tanyaku....
Wah boleh mb... Kesana aja ketemu ibu2... 
Ak langkahkan kaki ku dengan sedikit ragu2... Kuatir niat kecilku ini akan mentah dan tertolak... 
Dan ternyata tidak... 
Hari itu juga.   Ak berkenalan dengan keluarga baru.... Ibu ibu kader yang mempunyai jiwa dan ketulusan yang sangat besar... 
Saat melihat mereka hari itu... Aku hanya bisa tersenyum... Seolah bisa membayangkan dengan siapa aku akan bekerja bersama dan membangun desa ini... Dan seolah otakku ini sudah berputar untuk merencanakan ini itu... Hati ku bergejolak tak sabar menunggu hari-hari yang akan ku lewati bersama para ibu ini... 

Dalam hati kecilku berkata, ini yang aku cari... :-) 

Selasa, 08 Maret 2016

CINTA YANG TERLAMBAT

Kisahnya sedang indah, hidupnya sedang sangat bermakna
Sejak dia temukan belahan jiwa yang sudah diangkat menjaadi teman hidupnya,
Lalu siapa aku? Dimana posisiku?
Adakah namaku dihatinya yang sudah dipenuhi cinta yang baru
Memang aku yang salah, memendam cinta karena alasan orang tua
Meredam rasa karena status persahabatan
Mungkin sikap ku ini yang membuat rasa sayangnya secara otomatis teredam dan      perlahan sirna
Sesalku, tangisku, serta rasa kehilanganku memang akhirnya hanya aku yang rasa
Atau mungkin ini cara Nya mengajarkan padaku,
Bahwa tidak semua cinta harus menjadi milikku,
Tidak semua kasih harus kusanding disisiku,
Entah mengapa aku masih meyakini kasihnya ada,
Tak seutuh dan sesempurna dahulu memang,
tapi aku tidak keberatan atas pembagian kasih ini

Senin, 07 Maret 2016

“Cinta” Tanpa Rasa

Sepasang merpati saling mengiringi
Terbang membelah langit, Melesat tanpa batas..
Jangan kan untuk bercumbu..
Saling memandang pun kami tak sempat
Cinta yang tak pernah kubanyangkan sebelumnya.
Cinta yang benar-benar tanpa rasa.
Hanya sekedar hidup berdua
Berjalan diatas kepentingan kita masing masing
Tidak jatuh sudah bersyukur
Hidup berdua tanpa rasa,
Sendiri sepi terasa
Ntah cinta apa yang kami jalani.
Bagaimana dua insan bisa bertahan seperti ini.
Bagaimana 2 insan dalam satu ikatan tanpa rasa bisa bertahan sampai begitu lama
Menembus langit yang sudah tak berbatas.
Kembali tak mungkin, bertahan dalam hambar, berpisah dengan resiko mungkin cinta yang lain lebih buruk dari ini.
Ratapan ini seperti tak pernah usai dalam hatiku.
Cinta yang dulu kupaksakan ada, sekarang harus benar-benar kupaksakan terjaga
Bukan ini cinta yang dulu ku impikan, bukan cinta ini yang kudamba
Masa muda ku yang menghamba cinta kini kutelan dalam angan.
Semua kisah cinta yang indah buyar seperti tercerainya kertas basah
Hanya seperti dongeng
Kisah penghibur yang memang bukan untuk menjadi nyata dan tidak akan menjadi nyata.
entah rasa sesal atau apa yang kurasa.
Angan dan logikaku berjalan berlawanan arah
Hatiku menolak cinta yang secara logika harus kujalani
Tapi logikaku menolak cinta sejati yang lepas dari jiwaku  dulu
Apa manusia hanya diciptakan untuk 1 cinta
Apa sesempit itu cinta yang kurasa
1 cinta untuk 1 jiwa dari satu jiwa
Jika itu yang disebut cinta, lalu apa yang sedang kujalani ini
Logika yang menghempaskan cinta
Tampak seperti menjalani “Cinta” tapi tanpa rasa


#justshare

WAJAH CINTA

Rindu bertalu, menggema dalam lorong hatiku
Mungkin cinta ini sudah tak tahan dibelenggu
Senyum simpul itu mengikat kuat hatiku
Terpaut kuat hanya pada hatinya
Adakah dia rasa
Semua doa dan munajatku yang hanya tertuju padanya
Dia yang menatapku saat mata ini menatapnya
Pertemuan mata ini seolah seperti pergeseran lempeng bumi yang membuat hatiku bergetar, wajahku memerah dan senyum ku terukir penuh manja
Entah mana yang membuatku cinta
Tapi dialah wajah cintaku yang sempurna

#justshare

Rabu, 02 Maret 2016

Dunia yang kukejar

Disaat banyak orang sibuk mengejar dunia nya, disaat yang sama aku pun sibuk mengejar duniaku...
dunia yang mungkin tidak dipahami oleh yang lain... dunia yang bukan lah impian banyak orang...

Definisi suksesku dengan yang lain memang berbeda... entah kenapa... bahkan tak jarang temanku menganggapku bodoh dan memilih jalan yang salah...
 tapi entah mengapa... entah sejak kapan... menggeluti dunia remaja dan masyarakat desa menjadi sangat menyenangkan bagiku... keluarga baru, bahkan banyak pengalaman baru..

Mungkin ak bukan bidan yang mempunyai surat izin kerja, surat tugas, atau bahkan surat keputusan yang melindungiku secara hukum...tapi berada di desa bersama masyarakat adalah hal yang kudambakan... bergerak bersama remaja untuk mempromosikan kesehatan remaja, mendampingi remaja untuk melewati masa remajanya dengan aman dan lulus sebagai remaja kece berkualitas adalah hal yang sangat ingin kuupayakan... Melihat senyum tersungging dari kedua orang tua mereka saat berhasil menikahkan anak nya tanpa embel-embel hamil duluan atau pacaran kebablasan dan lain sebagainya ...
Kebahagiaan mereka.. adalah kebahagiaanku... pencapaianku... entah pencapaian ini berarti atau tidak bagi yang lain... tapi pencapaian itu yang kuupayakan selama ini..

Meski predikat sebagai wanita yang sering pulang malam ini kusandang... tapi pulang malam untuk kalian.. untuk mereka yang membutuhkan......bagiku bukanlah masalah...

Bersama PIK R Prayoga aku mulai melangkah... dan bersama PIK R binaan kami... kami tidak pernah berhenti berbagi.. sampai kami tidak bisa... sampai kami tidak punya apa-apa untuk kami bagi... sampai kami tidak mampu... karena kemauan itu tetap selalu ada di hati kami...

Tidak tahu ini salah atau tidak... tapi memang berbagi dengan mu mu mu mu dan mu mu yang lain adalah salah satu sumber kebahagiaan bagiku...

Kewarasan

apakah mereka pernah bertanya apa kemauanku ? apakah mereka pernah menanyakan makanan apa yang ingin ku makan? apakah mereka pernah menanyak...