Minggu, 25 Januari 2026

Dua Sisi Kehidupan

 Masih lekat di memoriku raut wajah itu..

Tampak layu, sakit...

penuh luka dan kecewa ...

Sedikit bicara, mungkin karena penuh luka di sudut bibirnya.. 

mungkin ia lelah mengeluh dan bergumam..

hingga akhirnya memilih diam..

dia memiliki semua yang ia sebut kebahagiaan..

namun raut wajah dan gerak tubuh sama sekali tidak memancarkan kebahagiaan ..

ada suami disisinya dan anak kesayangan bersamanya.. dekat namu terasa berjarak dan sangat jauh...


ketika musibah datang dan memaksa mereka akhirnya harus berpisah jarak dengan sang anak..

kukira hidupnya akan semakin suram.. kukira cahaya di wajahnya akan semakin layu...


nyatanya 8 pekan sudah mereka berjarak.. bukan tanpa alasan...

berjarak karena tuntutan karantina akibat musibah besar yang dibuat sang anak... 


akan tetapi sinar di wajahnya justru kembali..

dia bahagia...

mungkin aliran doa dari sang anak dari lokasi karantina mengalir untuknya..

ketenangan menyelimutinya yang biasanya gusar menantikan kepulangan anaknya atau sekedar mengharap anaknya bisa diajak bicara dan tidak hanya mematung didepan ponsel nya..


wajahnya kini segar... entah 15 menit pertemuan kami sepertinya begitu banyak kata yang ia ucapkan...

memang betul... wanita bahagia itu banyak bicara..

dia mendapatkan lagi panggungnya.. tempat dimana suaranya bisa keluar dan didengar...


semoga kebahagian ini menjadi selamanya...

Jumat, 23 Januari 2026

Titik

nyatanya masih ada kata setelah titik
kadang bukan hanya kata melainkan alenia yg baru... 
kadang bukan alenia melainkan sub bab baru bahkan mungkin bab dan judul baru...
akhir tidak pernah benar benar menjadi akhir... 
bahkan akhir hayat pun merupakan awal dari alam akhirat... 

dalam setiap akhir ada awal yang baru... 
dan setiap awal yg baru ditentukan oleh akhir sebelumnya.... 

Selasa, 20 Januari 2026

Diorama Cinta

Kata terangkai tanpa celah... 
bersatu menjadi makna... 
berpisah bukan lantas tiada... 
indahnya cinta bagai di surga... 
nikmat yang tiada tara... 

surga bagi beberapa...
dan neraka bagi beberapa yang lainnya... 
pada akhirnya surga baru akan terasa jika bersama...
bukan hanya tentang suka dan duka... 
namun tentang selamanya...

bahkan jika aku harus menghabiskan waktuku selamanya bersama...
maka akan kuhabiskan seluruhnya bersamanya...

bersamanya semua terasa mudah...
bersamanya semua terasa indah... 
bersamanya peranku sempurna...
dimatanya akulah sempurna... dan satu satunya

mencintainya bukan lah nestapa... 
mencintainya adalah berkah tiada tara... 
membersamainya adalah selamanya... 
tumbuh bersama adalah cerita...


Batu Kosong

kosong yang dirasa bukan lagi tentang suara yg sirna... 
atau hadir yang tiada..
namun rasa dan suasana yang tak lagi sama...
berharap berbeda tidak menghilangkan rasa.... 
namun berbeda yang ini ternyata mengikis batu kepercayaan yang kokoh berdiri sejak lama.. 

batu yang hanya bisa dikikis oleh yang para pendirinya...

tidak kusangka ternyata batu ini begitu ringkih
pondasi nya begitu dangkal
strukturnya lemah

pada akhirnya bertahan atau tidak hanya tentang waktu sampai kapan berdiri tegak jika pondasi dan struktur tidak diperbaiki...

Selasa, 13 Januari 2026

Bukan Juaranya

Tahta ini pada akhirnya menemukan tuannya

saat kepentingan banyak orang kuletakkan diatas tahta tersebut..

namun justru tahta itu hancur tak bersisa..

mungkin ini saat nya bagi diriku...

mungkin ini saatnya aku memikirkan segala sesuatu tentang aku... 

bukan lagi tentang mereka dengan egonya

yang salah pada akhirnya harus kubiarkan salah

karena aku juga telah salah..

harus nya sejak dulu sudah kulepaskan...

harusnya sejak dulu menjadi tentang kebahagiaanku..

bukan tentang mereka atau siapapun yang nyatanya membuat luka,,,


tapi tentang proses sembuhnya..

aku tak mau luka,

aku lelah kecewa..

aku ingin bahagia..

aku ingin tertawa... 


tapi bukan bersamamu

karena bukan kamu juaranya...

melainkan Dia


Ragu yang Menggema

Mereka datang seperti cambukan...
segala keraguan muncul di benak dan kepala.... 
apa ini cara Tuhan..
atau memang sudah saatnya..
perpisahan bukan asa yang ingin kucapai.. 
tapi jatuh berkali kali dan semua bekas luka ini tidak pernah benar benar  diberi ruang untuk sembuh sempurna
luka berulang datang seperti hujan garam diatas luka 

Aku masih punya waktu 
tapi seperti tak punya kendali atas waktu
aku punya raga tapi seperti terikat keras..

kereta ini mulai berubah tujuan...
kereta ini mulai lepas dari rel nya..
apa pantas aku melompat turun... 
atau aku harus menunggu pada pemberhentian selanjutnya dan turun perlahan agar tidak ada luka
semakin aku mendekat semakin aku terluka,,, 
Tuhan seperti membuka mataku lebar tanpa celah... apa Tuhan marah... 
Tuhan menuntunku..

cepat ataupun lambat perpisahan pada akhirnya hanya soal waktu
jika habis masa ku maka ak akan menghilang
jika habis masa ku maka aku akan terlupakan..
aku hanya bagian kecil yang akan direndahkan... 

apa yang telah kulewati hingga semua luka ini enggan untuk pulih... 
cermin ini sudah nyata nyata pecah dan aku terus terluka karena mencoba menyatukannya... 

aku dan bagian kecil dari hatiku mulai bergulat..
entah sampai kapan..
entah ini petunjuk Tuhan atau justru bisikan setan..

Senin, 12 Januari 2026

Cinta yang Pantas

 Bagiku cinta adalah sebuah kepantasan.. 

jika ingin yang baik, maka jadilah baik..

maka selanjutnya Allah akan memenuhi janjinya ..

Laki laki baik untuk wanita baik dan sebaliknya...

ternyata cinta yang layak dan pantas bukan hanya tentang pendidikan atau mungkin kekayaan...

kepantasan ini hanya Allah yang berhak menilai..

meski jodoh sudah tertulis... namun kepantasan pun mengikuti nya...

aku bukan wanita hebat.. aku hanya punya pendar cinta biasa yang tak seberapa namun inshaaAllah akan terjaga....

aku ingin menjagamu dan menjadi selamanya...

ingin bersama disini dan disana...

berusaha menjadi pantas untukmu yang bagiku mulia...

kamu ada dan nyata... aku menjadi saksi indahnya jiwamu...

mungkin tak sempurna tapi indahmu nyata... 

rasa yang tak bisa kututupi dengan retorika...

perasaan ini nyata dan akan ku jaga...

cinta sempurna dari kami yang tak sempurna...


Pudar

Ternyata memang semua hal ada masanya..

Bahkan matahari pun tidak seharian penuh menyinari ..

Bukan lelah bersinar, tapi ada masanya ia bersinar di belahan bumi satu kemudian beralih kepada belahan bumi lainnya ..

kadang aku merasa mungkin tempatku tak lagi disini..

namun kenyataannya tugas dan tanggungjawabku masih disini... pada akhirnya aku bertahan dalam biingkai loving what you do...

karena bahkan jika sesuatu tidak berjalan seperti yang kamu mau.. kamu tidak bisa benar benar melawan takdir tanpa memaknainya terlebih dahulu..

bagiku loving what you do seperti bentuk lain dari kepasrahan dan penerimaan atas takdir tugas dan tanggung jawab,,,

aku masih disini dengan tugas yang sama, namun rasa yang tak lagi sama... 

mungkin aku pun  ada masanya ...

bukan mau pergi dan lari.. hanya pendar sinarku mulai terbagi.. bukan tanpa alasan... tapi karena kejadian mengantar pada keputusan,,,

prioritas bergeser.. kecondongan berubah tingkat kemiringan.. asa tinggallah asa



Kewarasan

apakah mereka pernah bertanya apa kemauanku ? apakah mereka pernah menanyakan makanan apa yang ingin ku makan? apakah mereka pernah menanyak...