Tahta ini pada akhirnya menemukan tuannya
saat kepentingan banyak orang kuletakkan diatas tahta tersebut..
namun justru tahta itu hancur tak bersisa..
mungkin ini saat nya bagi diriku...
mungkin ini saatnya aku memikirkan segala sesuatu tentang aku...
bukan lagi tentang mereka dengan egonya
yang salah pada akhirnya harus kubiarkan salah
karena aku juga telah salah..
harus nya sejak dulu sudah kulepaskan...
harusnya sejak dulu menjadi tentang kebahagiaanku..
bukan tentang mereka atau siapapun yang nyatanya membuat luka,,,
tapi tentang proses sembuhnya..
aku tak mau luka,
aku lelah kecewa..
aku ingin bahagia..
aku ingin tertawa...
tapi bukan bersamamu
karena bukan kamu juaranya...
melainkan Dia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar