Masih lekat di memoriku raut wajah itu..
Tampak layu, sakit...
penuh luka dan kecewa ...
Sedikit bicara, mungkin karena penuh luka di sudut bibirnya..
mungkin ia lelah mengeluh dan bergumam..
hingga akhirnya memilih diam..
dia memiliki semua yang ia sebut kebahagiaan..
namun raut wajah dan gerak tubuh sama sekali tidak memancarkan kebahagiaan ..
ada suami disisinya dan anak kesayangan bersamanya.. dekat namu terasa berjarak dan sangat jauh...
ketika musibah datang dan memaksa mereka akhirnya harus berpisah jarak dengan sang anak..
kukira hidupnya akan semakin suram.. kukira cahaya di wajahnya akan semakin layu...
nyatanya 8 pekan sudah mereka berjarak.. bukan tanpa alasan...
berjarak karena tuntutan karantina akibat musibah besar yang dibuat sang anak...
akan tetapi sinar di wajahnya justru kembali..
dia bahagia...
mungkin aliran doa dari sang anak dari lokasi karantina mengalir untuknya..
ketenangan menyelimutinya yang biasanya gusar menantikan kepulangan anaknya atau sekedar mengharap anaknya bisa diajak bicara dan tidak hanya mematung didepan ponsel nya..
wajahnya kini segar... entah 15 menit pertemuan kami sepertinya begitu banyak kata yang ia ucapkan...
memang betul... wanita bahagia itu banyak bicara..
dia mendapatkan lagi panggungnya.. tempat dimana suaranya bisa keluar dan didengar...
semoga kebahagian ini menjadi selamanya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar