Apakah aku pantas marah?
jiwa putih itu bahkan belum mengerti.
tapi kadang kemelut membuat semua sulit dibendung..
ingin teriak tapi tak mampu..
ingin rasanya kuhantam keras tembok dihadapanku... lantas meneriakinya sepuas puasnya..
temboknya hanya diam.. temboknya diam dan tetap keras..
memukulnya membuatku semakin sakit
tak memukulnya dan melihatnya begitu keras membuatku kesal
mungkin aku hanya lelah dan jengah
ingin tenang sejenak... hanya sekedar untuk diriku dan asaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar