Kadang ketika kita merasa watak buruk seseorang itu mengganggu...atau bahkan mungkin meninggalkan luka dan trauma mendalam pada diri kita..
membuat kita tidak bisa lagi melihat sisi baik yang mereka miliki..
meski pun ada istilah "watuk ono tambane yen watak oraono tambane"
(Sakit Batuk ada obatnya sementara watak (yang bermasalah)tidak ada obatnya)
sebenarnya mungkin ini bukan harga mati....
Ada beberapa orang yang kutemui pada akhirnya seiring berjalannya waktu bisa berdamai dengan kerasnya watak mereka...
entah usia entah peristiwa yang pada akhirnya membuat mereka memutuskan lebih lunak dan menyesuaikan diri...
namun nyatanya mereka bisa bergeser walau tak banyak..
namun ada juga beberapa yang entah bagaimana, keras nya melampaui apapun... egonya tetap tegak berdiri disana... tapi bagiku bukan kewajiban kita membuat semua orang menjadi baik...
kewajiban kita adalah baik kepada siapapun...
jika mereka tidak baik pada kita, kita tinggal meletakkan mereka di prioritas terluar...
agar pada akhirnya apapun ulah yang mereka lakukan tidak menyakiti kita dan membuat kita berhasil bersikap bodo amat...
mereka yang berubah ini... tidak lepas dariorang yang peduli pada mereka...
menjadikan perubahan bukan tuntutan sehingga mereka tidak merasa disudutkan dengan watak mereka yang sebenarnya mengganggu ...
perlahan mereka nyatanya bergeser dengan kedewasaan kita merespon...
mereka yang dianggap aneh keras dan mengganggu pada akhirnya bisa berdampingan dengan kita jika kita mau menurunkan ego kita untuk menerima kerasnya mereka...
biarkan Tuhan yang membolak balikkan hati mereka dan menggerakkan hati mereka untuk bergeser...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar