nyatanya luka terbesar yang mereka buat adalah kepada mereka..
orang tua yang awalnya menjadi alasan mereka terluka dan berlari menjauh nyatanya saat ini menjadi tujuan yang ingin mereka bahagiakan..
apakah ini kesadaran sesaat atau kesadaran yang nyata...
mungkin jika mereka menyadari nya sejak awal
tidak akan ada istilah salah asuhan,,
tidak akan ada stigma dan label yang melekat dan membuat mereka terikat..
Tuhan nyata nya menghadirkan kesadaran dan mengembalikan fitrahnya..
hidayah datang bagi siapa yang menjemputnya...
orang tua adalah muara kasih bagi putra putrinya
kehadiran putra putrinya adalah hasil cinta kasih keduanya dan lantas didalamnya lah seluruh kasih sayang dicurahkan..
nyatanya tidak semua orangtua siap menjadi orang tua... beberapa diantaranya mungkin menikah karena keadaan dan keterpaksaan.. ketidaksiapan ini berujung pada lemahnya pondasi pengasuhan..
anak yang merupakan buah cinta... akhirnya tumbuh dari lahan dan pohon dengan nutrisi akar dan batang yang tidak maksimal..
buah ini terlihat matang diluar namun masam didalam ...
ulat menggerogotinya..
seperti pergaulan yang merusaknya
menyesal bukan tiada guna...
menyesal pun harusnya masih mempunyai guna..
karena pada akhirnya hubungan orang tua dan anak adalah hubungan yang tidak bisa di hapuskan...
tapi kita punya waktu untuk memperbaikinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar